dusta bersama dusta nestapa
tak lagi hangat matahari
yang telah lama menembus relung
tak lagi bicara dari hati
tak lagi batin yang kawin setiap hari.
Kita diujung luka
luka bersama, luka berpisah
bahkan lupa rasanya luka
lupa luka menjalari waktu
Tak ada alasan
timbul tanya
dahulu tumbuh, kini perlahan berlalu
tak ada langit menyala untuk kita
tak dapat cahaya menuntun langkah
Kita diujung dusta dan luka
geram setiap denting melihat kita
sesal setiap detik kata mengasa
bila saja terjawab sudah.