keindahannya konkret, ia bisa menjadi cahaya yang menghidupi semua tumbuhan,
saat ini dengarkan rembulan bercerita..
Kau bagai nafas
mengurungku dalam senyap
mengecup hatiku kala malam,
Kau bagai arah
gantungkan senyum pelipur
di setiap perjalanan ini,
Kau bagai doa
tulus mengucap kata
sambil bernyanyi dan termenung,
kau bagai dupa
membakar habis candu
menjadi asap yang mengelilingi dan
menjaga rasa angin,
Kau bagai angan
hilir mudik dalam fikiran, juga
sesuatu yang kembali mendasari jiwa,
kau bagai ingatan
tak pandang bulu menghantui,
kau bagai alasan
selalu hadir di setiap peristiwa,
kau bagai air mata
tak ingin setetes saja kesedihan itu menetes
kau bagai aku
yang selalu mencintaimu.
Dekaplah aku yang lekap
karena aku ingin selalu denganmu.
o.n
Tidak ada komentar:
Posting Komentar