mengaduk-aduk rasa, mencerca tanah yang kupijak,
filosofi kebenaran mengambang disela waktu
beruntun memecah belah langit sore ini.
tampak dari ujung angan-angan
gundah disapa angin, deru langit mengheningkan segala perkara yang ada,
takut berpijak, lemah langkah menyusuri kedalaman jiwa
sibuk menghindari kebencian yang semakin bising.
untuk apa engkau datang hujan?
hanya untuk membasahi abu didalam tungku?
hanya untuk membasahi kerongkongan tanah kering?
atau untuk mengakhiri perjumpaan dengan matahari?
dunia tak hanya tandus dan gemerlapan wahai hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar