cerita ini kisah nyata yang dialami nadia gadis yang sangat terpuruk kehilangan ayah dan adiknya, dan ia berusaha bangkit dari rasa keterpurukannya
Dahulu disuatu tempat terpencil indonesia bagian timur,
adalah sebuah keluarga yang hidup bahagia sejahtera dan penuh kasih sayang
diantaranya seorang ayah yang penyayang suka memanjakan anak-anak tercintanya
seorang ibu yang tegas juga disiplin, dan kedua anak yaitu nadia dan fandi
nadia pada saat itu bersekolah dibangku SMP kelas 1
dan adknya fandi duduk dibangku sekolah dasar kelas 3 SD.
Mereka hidup dari nafkah ayahnya, gaji seorang pegawai negeri sipil (PNS)
dan ibunya seorah pelatih senam aeorobik, kasih sayang yang diberikan kedua orangtuanya sangatlah besar, apalagi ayahnya yang sangat memanjakan nadia dan fandi
selalu menuruti apa yang mereka inginkan, lain hal dengan sang bunda, bunda selalu bersikap tegas dan disiplin tidak boleh melakukan kesalahan, dimanapun kapanpun kedua anak nya berada,
itu yang selalu diajarkan sang ibu kepada kedua anaknya, maklum,
ibunda terlahir dari keluarga besar TNI.
Namun ada satu kejadian pahit yang menimpa keluarga ini, keluarga yang harmonis ini mengalami musibah mendalam yang hadir di tengah-tengah kebahagian keluarga ini,
sore itu nadia sedang bermain dirumah temannya, ibunda memasak dirumah sang ayah dan fandi keluar rumah untuk berjalan-jalan ditaman kota hanya untuk mencari jajanan atau cemilan, atau sekedar menikmati keramaian kota sore itu,
namun kita memang tidak pernah tahu kapan musibah akan datang,
fandi dan ayahnya mengalami kecelakaan sepeda motor yang sangat mengenaskan,
fandi dan ayahnya pun tidak tertolong "meninggal di tempat.
Tentu saja cobaan berat yang dihadapi sang bunda dan nadia sangat membuat mereka terpuruk
'bagaikan tawa canda dan senyuman lebar keluarga itu kemarin dipagi hari berubah menjadi isak tangis yang tak bisa dibendung,
waktu terus berjalan roda-roda kehidupan bergulir tenang,
setahun kemudian semuanya semakin saja jelas berbeda, nadia sudah naik kelas 2 SMP, harus kembali kkehilangan bunda, tapi kini dengan cara yang berbeda, sang bunda menikah lagi dengan pengusaha sepatu, nadia jelas tidak bisa menerima ini, ia berfikir bahwa semua ini tidak lah adil..
kutukan macam apa ini ? ...
cobaan yang tuhan berikan sangatlaah berat padaku, hanya itu yang ia fikirkan selama setahun silam,
nadia pun memilih tidak ikut tinggal bersama ibunya, ia lebih memilih tinggal bersama bibinya(adik dari ibunya) dirumah mereka yang lama, meskipun ia harus tidak setiap hari bertemu sang bunda, karena sang ibu tinggal dirumah barunya bersama dengan suami barunya.
kenyatan sangat terasa pilu membawa kesedihan yang berlarut-larut pada diri seorang nadia
dan sejak saat itu nadia terlihat sangat aneh dan berbeda, ia tidak banyak bicara suka berpergian sering melamun dan sering kali mengurung diri di kamar,
sang ibu seperti merasa sangat bersalah atas perubahan yang terjadi pada gadis kecilnya itu,
secara logika ia berfikir, mengapa ia lebih memilih pacar barunya yang baru ia kenal satu setengah bulan dan kemudian ia nikahi, daripada satu-satunya anak yang sangat membutuhkan kasih sayang perhatian dan semangat hidup darinya,
ia pun merasa benar-benar bersalah, namun nadia tidak mau memaafkan ibunya, ia marah sekali benci, bahkan tidak ingin lagi melihat wajah ibunya di manapun kapanpun ia berada, nadia selalu kabur jika bertemu ibunya.
"sampai pada suatu saat, nadia yang memang seringkali datag ke pelabuhan, duduk di tepian dermaga hanya untuk sekedar melihat orang-orang yang akan pergi tinggalkan kota ini dan wajah-wajah asing yang akan menghuni kota ini,,,,
lalu pecah lamunan itu ketika seorang turis tampan datang menghampirinya, lalu bertanya kepadanya ..
'sedang apa kamu disini ? ..
nadia menjawab), hanya melihat-lihat pemandangan,
dimana rumah mu gadis manis?..
dibelakang bukit itu mister .. nadia menjawab sambil berfikir , lancar juga nih bule bahasa indonesia nya,..
setelah bertanya nama dan berjabat tangan, si bule yang bernama peter itu meminta tolong nadia mengantarkan nya ke hotel terdekat di sekitar pelabuhan ,
nadia pun bersedia karena peter kelihatan nya baik,
memang tidak jauh hotel itu, nama nya hotel YASMIN..
setelah turun dari taksi sambil menenteng-nenteng kopernya, peter mengajak nadia ikut bersamanya ke dalam hotel, dengan perasaan terkejut nadia jelas menolak ajakan itu, nadia berfikir peter punya niat jahat kepadanya, sesaat setelah ia menolak ajakan itu, nadia bergegas pergi, peter mengejarnya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dari sakunya kepada nadia, sambil berkata ...
saya tidak punya niat jahat pada mu nadia kenapa kamu lari? ..
yasudah saya hanya ingin mengucapkan kamu sudah mau mengantarkan saya ke hotel ini, ini uang untuk keperluan nadia di luar sana , tapi lagi-lagi nadia menolak, lalu berjalan menyeberangi jalan sambil menghentikan angkutan umum.
Beberapa bulan kemudian ...
Ditepian dermaga nadia duduk bersilah mentap kosong namun dalam orang-orang yang hilir naik turun menaiki kapal, tanpa sengaja nadia pun bertemu lagi dengan peter yang duduk disampingnya sambil menatap awan yang cerah,
sentak nadia berkata .. Mr peter sedang apa di sini ? ..
eh , nadia .. kita ketemu lagi yah .. saya mau ke bali , saya sudah mengunjungi beberapa museum yang ingin saya datangi, lalu kamu sedang apa di sini ? .. melihat-lhat pemandangan kah ? ..
nadia tersenyum..
hmm ... nadia sebentar lagi aku akan berangkat dengan kapal itu, ada yang ingin yang saya tanyakan ,
boleh saya bertanya nadia ? ..
nadia menjawab) .. ya tanyakan saja mr peter..
hmm .. beberapa bulan yang lalu ketika saya datang ke kota ini, saya bertemu kamu disini di tempat ini, dan saat ini ketika saya akan pergi tinggalkan kota ini , saya bertemu kamu untuk kedua kalinya ..
saya merasa ada sesuatu yang aneh,, entah itu apa ... apa kamu suka tempat ini ?
nadia menjawab .. saya datang ketempat ini untuk menenangkan jiwa saya mr peter ,, selain saya menyukai tempat ini , beberapa tahun yang lalu saya kehilangan ayah dan adik saya , dan ibu pergi meninggalkan saya , walaupun ibu merasa bersalah , saya tetap saja tidak mau memafkan nya dan tidak bisa menerima kenyataan ini, ujar nadia"..
itulah sebabnya saya lebih sering menyendiri beberapa tahun ini , ,,
yayaya ... sekarang saya tahu dan mengerti ,
'Mr peter ,,,,, nadia ada beberapa hal yang ingin saya share untuk kamu,
pertama kesedihan yang paling dirasakan orang yang kita cintai yang telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya adalah, kita jatuh dalam keterpurukan, dan kebahagian nya adalah bagaimana kita bisa bangkit dari rasa keterpurukan itu, kamu harus jelas memahami itu ,, ujar mr peter',,
lalu saya pernah memabaca kutipan dari novel terkenal di dunia , isi nya begini ..
...
Ada seorang pria terdampar dan hampir tenggelam di tengah laut lepas, datang kapal pertama untuk memberikan pertolongan, agar pria ini tidak tenggelam, tap si pria berkata ,, pergilah jangan menolong aku , tuhanlah yang akan menolong aku teriaknya .. , kapal pertama pun pergi ,
kemudian kapal kedua datang menghampiri si pria,, hei naiklah kau nanti bisa tenggelam,
si pria menjawab , pergilah ... tuhan lah yang nantinya yang akan menolong aku,
hingga datang kapal ketiga untuk datang menolong, tapi lagi-lagi kembali si pria menolak dan berkata,, aku tidak membutuhkan bantuan mu pergilah,, tuhan lah yang akan datang menolongku,,
lalu si pria tenggelam dan datang ke tuhan nya ..
dengan lantang si pria berkata " tuhan mengapa kau tidak datang menolong ku? .. tapi kenapa engkau membiarkan aku mati ...
lalu dengan simple singkat dan padat tuhan menjawab ! ..
"dasar bodoh aku sudah memberikan 3 bantuan mengapa kau tolak !! ..
nadia tersenyum lebar dan tertawa kecil mendengar cerita mr peter, ,
tak lama kemudian mr peter pamit dan bersalaman dengan nadia, namun tanpa di duga2 ... nadia mendekati mr peter dan lalu memeluk erat bule tampan itu,, mr peter menghela nafas panjang sambil berbisik ,, kau masih sangat muda nadia ,, jalani hidup mu dengan tegar dan bijaksana, nadia berkata .. terima kasih mr peter ,, semoga kita bisa bertemu lagi, nice to meet you. sampai jumpa, mereka pun berpisah dengan sebagaimana harusnya.
Dan setelah pertemuan terakhir sore itu di dermaga dengan mr peter,
nadia sadar dan datang kepada ibunya, memeluknya seperti mengisyaratkan, aku sudah memaafkan mu ibu " .. dan aku sudah menerima kenyataan ini ,, aku harus selalu tersenyum untuk menjalani anugrah yang hidup dari sang pencipta, hingga beberapa hari kemudian sang ibunda tercinta meninggal karena pernyakit asma yang di deritanya ,,
tapi nadia ... terus melanjutkan hidup tanpa ada kata takut dan jatuh karena kehilangan.
sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar