menarik bila alam semesta marah atau sedih, ia seolah defensif pada norma yang berlaku.
depan muka bencana terjadi, wabah menjadi hak nya, namun di belakang ia bersedih ia rentan akan keputusan yang ia buat sendiri.
Semesta menjadi hakim dalam segala perkara,
mengadili setiap insan yang melampaui batas
satu-satunya subjek yang paling rasional adalah iman,
- iman membuat setiap individu berjalan di koridor yang di tentukan,
- iman kerap kali berbenturan dengan logika
- iman bisa menghalau narasi dan sejarah yang bertentangan dengannya
- iman mencampur adukan antara perspektif dan orientasi yang positif
- iman tidak dapat di nilai oleh benar atau salah, kalah atau menang
- iman selalu menuntut komitmen luas dan konsisten taat
- iman bersikap adaptif dalam setiap kesulitan, kesesatan, cobaan dll
- iman itu seharusnya progresif, cermat antara membedakan positif dan negatif
- iman bijak dan berhikmat di setiap perjalannya
- iman harus memiliki proyeksi dan lebih defensif di setiap aspek kehidupan yang berubah dan berulah dari zaman ke zaman
"aku bernanung di hatimu,
melepas jubah pelindung lalu rebah dalam pelukmu
waktu adalah tanda yang kau berikan,
untuk menyiasati kelemahanku di medan perang.
Hidup adalah sebuah dongeng
bermain peran di setiap peristiwa,
menjalani sistem yang berbeda di setiap peradaban,
menolak kematian mental yang rapuh, bercermin pada langit yang bijaksana.
"aku berterima kasih padamu semesta, memeliharaku dengan segala upaya,
aku akan menjaga dan merawatmu dalam perbuatan iman dan doa"
onlyone.N
Tidak ada komentar:
Posting Komentar