Rabu, 15 April 2020

Tegar

Aku berperang saat sore dan senja
aku terperangkap dalam gelap
terjepit di setiap pagi yang berbeda
aku di tolak oleh hari tanpa aba-aba

mati hati menjadi fenomena kelam,
aku hanya dapat melukis kesedihanku pada bayanganku,
dengan tinta hitam pula

yang gelap mengasingkan dirinya
terang jadi kunci kehidupan di setiap tumbuhan yang bertunas,
ketika angin memanggil fajar untuk duduk di pangkuan matahari 
aku berbincang kecil dalam hati
mengapa ini terjadi?...

murung mengurung 
sedih terlambat datang kali ini
sepi jadi anak semata wayang 
rindu jadi masuk akal
aku berucap...
tegar menjadi dasar bertahan tanpa alasan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jika kau membenci ku dengan seluruh hidupmu

Jika kau membenci ku dengan seluruh hidup mu, Dengan angin yang menghempas rasa sakitmu lagi, lagi dan lagi   Dengan air mata mu yang yang k...