aku terperangkap dalam gelap
terjepit di setiap pagi yang berbeda
aku di tolak oleh hari tanpa aba-aba
mati hati menjadi fenomena kelam,
aku hanya dapat melukis kesedihanku pada bayanganku,
dengan tinta hitam pula
yang gelap mengasingkan dirinya
terang jadi kunci kehidupan di setiap tumbuhan yang bertunas,
ketika angin memanggil fajar untuk duduk di pangkuan matahari
aku berbincang kecil dalam hati
mengapa ini terjadi?...
murung mengurung
sedih terlambat datang kali ini
sepi jadi anak semata wayang
rindu jadi masuk akal
aku berucap...
tegar menjadi dasar bertahan tanpa alasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar