aku merapikan bingkisan rindu di dalam kalbu
merapihkan emosi yang berantakan di setiap sudut fikiran ini,
tentu aku sedikit tenang
karena
kopiku menemani mimpi bersahaja
ku teguk mencicipi keseimbangan hati
yang bersinambung dalam doa,
yang menghunus suatu rasa, lalu menancapkan padamu di waktu yang tepat.
Pagi ini seperti pagi biasa
pagi yang tak berubah,
pagi yang membuat ku berulah
merayu takdir agar kita ditentukan bersama
merayu waktu agar tak berlalu nikmatnya secangkir kopi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar