menelaah keindahan langit
yang tinggal dimatamu
merindu pundak matahari
yang menghangatkan kalbu
berdebu sajakku diatas kertas ini.
Pergilah pada pagi
kembalilah pada senja
jika kau tak ingin bersamaku lagi
percuma mengaduk batin
bila pada hakikatnya
memanen buah tanda tanya
seperti kaca yang meredupkan lampu
juga waktu membilah-bilah raga
lalu
untuk siapa jiwa ini?
untuk kekasih yang membatin.
n.o
Tidak ada komentar:
Posting Komentar