malam ku berjalan tanpa alas hati
kata rebah di setiap sisi pundakku
tak tahu malu berdiam sunyi
malam begitu dingin
tanpa hujan tanpa angin tanpa angan
tanpamu yang begitu penting untukku
selama ini aku menipu semesta
untuk bisa bersamamu
melangkah dengan memikul kantung-kantung kegelisahan
menentang udara liar yang akan meracuniku
kemungkinannya begitu jauh
jauh namun mewangi
ketika dekat memantik bara api
hingga sekitar menghangati ruang asmara
tak ada yang lebih penting dari diamku
dari tenang yang menjaga sukmamu kalbuku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar