ada dingin yang tertidur
ada angin yang diam-diam
mempertemukan kita,
diperjalanan singkat itu
dimalam asing itu.
Selamat ulang tahun
wahai sang dewi malam
terangmu tidak percuma
hangatmu abadi bagiku
senyum simpul dari setiap wajah dilangit-langit,
menyaksikan kita berdua malam itu.
Deras hujan seakan berlalu
waktulah yang mengizinkan semua terjadi,
mengawali atau mengakhiri,
dua jiwa tiba di rusuk menjeriau.
Ada banyak cerita dihati
ada banyak rahasia terukir disetiap mata bintang,
mata yang indah nan gelisah
tersorot bias cahaya purnama
seakan asing tidaklah asing
seakan dekat menjadi dekat.
Kembalikan saja aku pada malam itu
pada malam bulan juli.
N.o
Tidak ada komentar:
Posting Komentar