Aku mulai segalanya dari awal
Nafas baru
Pagi baru
Harapan baru
Aku tak ingin berhenti
Walau,
Hanya sekedar untuk menoleh
Menghidupkan cerita lalu
hanya membuat lumpuh
Layu termakan waktu
Aku bermimpi ribuan kali
Aku jatuh berkali-kali
Aku berdarah dimana-mana
Darah yang entah salah atau benar
Aku diguncang angin
Terkadang,
Di belai anak angin
Sukma yang rentan
Tertiup sedikit saja Lebur
bagai badan dikandung tanah
Lagi,
Aku berlari
Merelakan asa
Melupakan semua doa
Merapatkan balutan luka
Pada wajah yang begitu meregang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar