Aku berdiri disudut mata angin
pada pagi yang berkicau merdu
pada candu memilikimu
sebab kamu yang telah lama berlari
untuk menggapai relung hati ini,
anak angin bermain di bawah kolong langit,
membelah puluhan kekhawatiran
merasuk hati sang surya
pindah randah menerangi gelap.
Aku berduri tajam
tak ada tunas di sekitarku
aku melambai pada matahari
tak ada bayangan mengelilingiku
aku menjelajahi setiap mata yang memandang,
aku hanya tertarik pada matamu
aku tersesat saat badai meteor
aku terselamatkan mimpimu dan jiwaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar