kurasakan tegap pohon pinus itu
dari matahari yang menerangi,
selalu ada sinar menembus ke akar, lembutnya cahaya
hangat bak intan berkilauan.
Lalu aku memulai,
memulai nafas pagi ini
dengan ketiadaan
tanpa mu
aku akan menjaga ketenangan kita
kita tidak sedang bicara dari hati ke hati,
jiwa ke jiwa
ini terlihat pagi yang biasa
pagi yang megah diantara jutaan langkah-langkah
pagi yang memicu ledakan rindu disetiap sudut kota
segala yang ada tak akan hilang
walau banyaknya pagi berganti.
N.o
Tidak ada komentar:
Posting Komentar